Liputan Rakyat

Media Online Aggregator Indonesia

September 26, 2022

Mulai dari perumahan hingga ruko-ruko, hampir semua rumah di Indonesia memiliki atap segitiga. Kira-kira apa alasan tren rumah atap segitiga kian digemari orang, ya?

Dari semua jenis atap yang ada, kebanyakan orang Indonesia lebih menggemari atap segitiga.

Atap berbentuk ini bisa kamu temukan di rumah lawas di pedesaan hingga vila mewah dengan penampilan modern.

Memangnya, apa yang membuat orang Indonesia sangat senang dengan atap tersebut?

Lalu, mengapa bentuk atap segitiga kian digemari baik dari zaman dahulu hingga sekarang?

Yuk, simak jawaban mengenai tren rumah atap segitiga di bawah ini!

Munculnya Tren Rumah Atap Segitiga di Indonesia

Melalui wawancara dengan kontraktor, Adhi Rinaldi, tren rumah atap segitiga berasal dari filosofi arsitektur di Jawa.

Filosofi tersebut tertulis dalam buku Asthetiek en oorsprong de Hindoe koens op Java (Estetika dan keaslian kesenian Hindu di Jawa) tahun 1924 oleh C. P Wolff Schoemaker.

Dalam buku tersebut, Schoemaker menuliskan bahwa filosofi arsitektur Jawa terdiri dari tiga hal, yakni iklim, waktu, dan intergratsi dengan alam.

“Arsitektur Jawa ditentukan oleh tiga karakter utama yaitu iklim, waktu, dan intergrasi dengan alam.” (Sumalyo, 1993: halaman 70)

Adhi menjelaskan, melalui unsur tersebutlah, arsitek Indonesia membangun hunian-hunian di Indonesia dan muncullah tren rumah atap segitiga.

“Kalau dari sejarahnya, dimulai dari arsitek secara umum yang implementasi iklim, waktu, dan integrasi dengan alam pas ngebangun rumah,” ujar Adhi kepada Shafira dari Liputanhits.com Indonesia, Minggu (18/9/2022).

Berawal dari Iklim Indonesia

tren rumah atap segitiga di indonesia

Sesuai dengan penjelasan Adhi, tren rumah atap segitiga muncul karena faktor pertama, yaitu iklim.

Indonesia adalah negara beriklim tropis yang memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan musim hujan.

Untuk menyiasati iklim tersebut, arsitektur hunian di Indonesia kebanyakan memiliki atap yang miring dan cenderung berbentuk segitiga.

“Indonesia ‘kan, hujan terus dalam waktu lama, makanya atapnya dibuat segitiga biar air hujan cepet ngalir ke tanah,” ujar Adhi.

Atap segitiga lebih mudah menumpahkan dan mengalirkan air ketika hujan deras mengenai bangunan.

Tentunya, hal ini berbeda dengan atap datar yang jika terkena air hujan akan muncul genangan air pada bagian atas rumah.

Alasan tersebut yang membuat rumah atap datar tidak cocok digunakan di Indonesia dan lebih cocok digunakan di tempat yang kering, seperti Arab Saudi.

Terinspirasi dari Bentuk Bangunan Nusantara

rumah atap segitiga di kampung naga

sumber: sky-adventure.com

Tak hanya untuk menyiasati iklim, kemunculan rumah atap segitiga juga berasal dari bangunan-bangunan nusantara.

“Rumah nusantara banyak memiliki atap segitiga, contohnya kaya Joglo dan rumah-rumah sunda,” jelas Adhi.

Bangunan nusantara ini juga tidak muncul di masa modern, melainkan dari zaman dahulu kala.

Kamu bahkan masih bisa menemukan tempat tinggal tradisional dengan atap segitiga di berbagai perkampungan.

“Rumah-rumah di Kampung Naga, Kampung Cikondang, ada lah banyak (yang memiliki atap segitiga),” tambah Adhi.

Inovasi Arsitektur Muda

tren rumah atap segitiga arsitektur muda

sumber: tantiklam.com

Lalu, kenapa atap ini bisa muncul lagi sekarang dengan penampilan yang lebih modern?

Menurut Adhi, hal ini muncul karena arsitek muda Indonesia kini sangat senang untuk bereksplorasi.

“Arsitektur muda tuh jadi eksploratif, senang utak-atik bentuk dasar, material yang beda, komposisi bangunan, banyak,” jelas Adhi.

Bentuk atap sederhana pada bangunan nusantara pun ikut dimodifikasi oleh arsitektur muda.

“Awalnya, dipopulerkan sama arsitek muda, kaya Tan Tik Lam, Tan Tjiang Ay, Andra Matin, Dendy Darman,” tambah Adhi.

Karena populer, bentuk ini pun akhirnya diaplikasikan pada berbagai perumahan terkenal di Indonesia.

“Contoh perumahan yang pake atap segitiga kaya Summarecon dan Ciputra,” kata Adhi.

tren rumah atap segitiga ruko

sumber: dokumentasi pribadi Adhi Rinaldi

Sebagai kontraktor, Adhi juga sempat membangun bangunan dengan arsitektur atap segitiga, salah satunya adalah karyanya di Villagio Residence.

***

Semoga informasi di atas bermanfaat untukmu, Guys.

Simak artikel menarik lainnya hanya di Berita Liputanhits.com Indonesia.

Jangan lupa, kunjungi Liputanhits.com/id dan Rumah123.com yang selalu #AdaBuatKamu untuk menemukan hunian impian.

Ada berbagai penawaran properti menarik seperti kawasan Podomoro Golf View.

———————————-

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website www.Liputanhits.com. Situs ini adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita).”